BREAKING NEWS

Dana BOS di SDN 1 Plakaran Diduga Tak Transparan, Pihak Sekolah dan Komite Bungkam


SAMPANG - Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 1 Plakaran menuai sorotan publik. Alih-alih transparan sebagaimana amanat aturan pemerintah, pengelolaan dana tersebut justru diduga kuat tidak jelas. Baik pihak sekolah maupun komite terkesan bungkam ketika dimintai konfirmasi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, hingga kini sekolah tidak pernah menunjukkan secara terbuka Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Akibatnya, setiap kali ada kegiatan sekolah, justru wali murid kembali dimintai sumbangan.

“Seharusnya sudah ada anggarannya dari dana BOS. Lalu dana BOS itu dikemanakan dan digunakan untuk apa? Ini yang harus dijelaskan pihak sekolah. Saya sudah coba konfirmasi ke komite, Hj. Darwis, tapi katanya beliau tidak tahu apa-apa soal dana BOS, baik jumlah siswa penerima maupun besaran yang diterima sekolah,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Sebab, sesuai ketentuan, sekolah penerima dana BOS wajib transparan dengan cara mempublikasikan RKAS dan laporan penggunaan dana di papan pengumuman atau media resmi sekolah.

Namun ironisnya, pihak sekolah SDN 1 Plakaran tidak kunjung memberikan jawaban. Bahkan Kepala Sekolah, Ibu Tatik, ketika dikonfirmasi oleh media suarasampang.co.id, memilih tidak merespons sama sekali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menutup diri dari keterbukaan publik. Sementara warga dan wali murid berharap ada langkah tegas dari Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan audit dan memastikan dana BOS benar-benar dikelola sesuai aturan, bukan sebaliknya menjadi beban tambahan bagi wali murid.

Posting Komentar