Sampang Bergejolak, Non ASN Tuntut Pejabat Berhati-hati Berucap
Dalam rekaman rapat bersama Komisi II DPRD yang viral, Hurun Len terdengar menyebut ribuan non ASN “tidak dibutuhkan” dan “masuk sendiri”. Ucapan tersebut menyulut kemarahan ribuan pegawai non ASN yang menilai keberadaan mereka diremehkan dan kontribusinya diabaikan.
Merasa terdesak, Hurun Len menyampaikan permohonan maaf. Ia mengklaim pernyataannya sekadar menyoroti membengkaknya jumlah pegawai, bukan menolak keberadaan mereka.
Menurutnya, jika seluruh non ASN diangkat menjadi P3K, beban APBD akan membengkak signifikan. Apalagi, UU No. 1/2022 membatasi belanja pegawai maksimal 30% dari APBD mulai 2027. Data resmi mencatat, non ASN di Sampang mencapai 2.300 orang.
Meski klarifikasi telah disampaikan, kekecewaan belum mereda. Flayer yang mengatasnamakan “Persatuan Pegawai Non ASN Sampang” terus beredar, memprovokasi aksi mogok kerja empat hari penuh sebagai peringatan keras agar pejabat daerah menjaga ucapan dan menghargai tenaga kerja non ASN ( Red )
